Visiokreatif.com – Jakarta. Para eksekutif TikTok tengah menyusun serangkaian skenario jelang putusan MA Amerika Serikat. Putusan itu kemungkinan akan melarang aplikasi beroperasi di AS.
Dalam memo terbaru, karyawan diberi tahu bahwa perusahaan bakal “berencana jalan ke depan” apa pun putusan yang dibacakan.
“Kami tahu sangat meresahkan jika tidak tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya,” demikian bunyi memo tersebut dilansir The Verge.
Memo menyatakan bahwa kantor TikTok akan tetap buka terlepas dari apa pun yang terjadi pada aplikasi tersebut selama beberapa hari ke depan.
“RUU tersebut tidak ditulis dengan cara yang memengaruhi entitas tempat Anda bekerja, (alias) hanya (berkaitan dengan) pengalaman pengguna (TikTok) di AS,” tulis memo tersebut.
Menurut Bloomberg, China saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan miliarder Elon Musk membeli aplikasi itu. Frank McCourt miliarder pengembang real estate AS juga tengah mengajukan proposal membeli agar aplikasi tetap bisa beroperasi di AS.
Bintang Shark Tank Kevin O’Leary juga baru-baru ini menyetujui proposal McCourt, yang dijuluki Project Liberty. Ia juga telah bertemu dengan Presiden terpilih Donald Trump di Mar-a-Lago.
Presiden terpilih AS Donald Trump juga pernah mengatakan ingin menyelamatkan TikTok dari ancaman pelarangan dengan menegosiasikan semacam kesepakatan.
Namun, hal itu tampaknya sulit, karena putusan akan mulai berlaku satu hari sebelum pelantikan Trump.
Berikut isi memo dari TikTok kepada seluruh karyawannya, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Atas nama tim HR, TikTok ingin mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang terus Anda tunjukkan, terutama selama beberapa bulan terakhir saat kami mengajukan gugatan hukum atas larangan TikTok di AS. Sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung AS sebelum 19 Januari. Kami tahu Anda memiliki banyak pertanyaan dan berharap kami dapat memberikan roadmap yang jelas tentang langkah selanjutnya.
Anda telah menunjukkan kesabaran dan komitmen yang luar biasa dan itu akan sangat penting di hari-hari yang akan datang. Kami tahu sungguh meresahkan karena tidak tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya.
Leadership team kami tetap fokus pada perencanaan untuk berbagai skenario dan terus merencanakan jalan ke depan. Karena masih ada spekulasi media yang terus berlanjut, yakinlah bahwa kami akan mengomunikasikan fakta apa pun kepada karyawan kami secara langsung melalui saluran ini dengan rincian sedetail mungkin.
Saya tidak dapat cukup menekankan bahwa kesejahteraan Anda adalah prioritas utama dan yang terpenting, saya ingin menegaskan bahwa sebagai karyawan di AS, pekerjaan, gaji, dan tunjangan Anda aman, dan kantor kami akan tetap buka, meskipun situasi ini belum terselesaikan sebelum batas waktu 19 Januari. RUU ini tidak ditulis dengan cara yang memengaruhi entitas tempat Anda bekerja, hanya (berkaitan dengan) pengalaman pengguna AS.
Kami adalah bagian dari perusahaan global dengan lebih dari satu miliar pengguna. Bersama-sama, kita akan terus menentukan situasi ini untuk melindungi Anda dan komunitas kami yang terdiri dari 170+ juta pengguna AS.
(Redaksi)
1 thought on “Ini Strategi yang Bakal TikTok Lakukan Jika Jadi Diblokir di Amerika Serikat”
Comments are closed.